Mike memandang sendu wajah pucat istrinya. Setelah operasi selama kurang lebih dua jam yang lalu, Murni langsung dibawa ke ruang ICU. Meskipun istrinya belum sadar, Mike bersyukur karena istri dan anaknya selamat. "Maafkan sikapku selama ini, Ay, aku mohon ... bangunlah ... lihat anak kita, dia sangat cantik persis dirimu. Tapi dia juga tengah berjuang untuk hidup. Apa kau tidak ingin melihatnya? Dia membutuhkanmu, Ibunya." Mike mengusap pelan wajah Murni, seakan ia adalah porselen yang mudah pecah bila ia mengusapnya tanpa hati-hati. Suara monitor memenuhi ruangan. Perlahan Mike beranjak dari sana dan berjalan keluar. Di dalam inkubator, tubuh kecil itu tertidur lelap. Senyum kecil menghiasi wajah Mike yang tampak lelah. "Maafkan Ayah, kau hadir karena paksaan Ayah terhadap Ibumu. D

