Bab 60

1497 Kata

Happy Reading...!!! . Dari ujung koridor yang menghubungkan antara kantin dengan ruang rawat inap Marko, Pidah berlari dengan wajah panik. Ia diberitahu bahwa Marko mengamuk tak terkendali. Dengan napas ngos-ngosan ia mempercepat langkah kakinya. Tiba di depan pintu, mulut Pidah menganga. Apa yang terjadi di depan sana tidak pernah sekalipun melintas di pikirannya. Benarkah yang ia lihat itu Marko? Sosok lelaki yang dulunya selalu tersenyum dan jail dengan mereka? Lebih tepatnya, dengan Pidah dan Nurul. Terdengar suara racauan tidak jelas. Bagaimana bisa sosok itu berubah secepat itu? Dengan langkah kaki yang nyaris gemetar, Pidah mendekat. Ia tidak mendengarkan perkataan perawat yang menghalanginya. Tatapannya lurus ke depan. Wajah kesakitan itu membuat hatinya tidak tega. Tanpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN