Fatih menatap berkas di tangannya dengan emosi yang meluap. Ia tidak percaya dengan apa yang didapatnya saat ini. Dugaannya terkait kebohongan dan pengkhianatan Farhan tidak melenceng sama sekali. Fatih marah karena merasa dibohongi oleh orang yang ia percayai. Harga dirinya seakan jatuh begitu saja. Berkali-kali ia mengembuskan napasnya secara kasar dan berat. Tangannya menggenggam erat berkas itu nyaris kusut tak berbentuk. Meletakkan berkas di jok samping, Fatih mulai menghidupkan mobil lalu melaju membelah jalan raya kembali menuju Desa Paya Kambuh. Ia menghubungi Daniel terlebih dahulu sebelum mendatangi rumah makan. "Dan, temui aku di Rumah Makan. Aku sekarang menuju ke sana. Katakan pada Nurul, malam ini aku tidak pulang. Okey, aku tunggu di sana." Fatih menyimpan ponselnya ke

