Fatih kembali ke gudang setelah dari dermaga. Meskipun rasa lelah menggerogoti tubuhnya, Fatih tetap melanjutkan tugasnya yang belum selesai. Menginterogasi dua lelaki yang terkulai di masing-masing kursi kayu di dalam sana. "Bagaimana? Sudah kau lakukan apa yang kuperintahkan tadi?" Faiz yang tengah duduk sontak berdiri karena tepukan Fatih di pundaknya. Setelah mengambil sampel darah Marko, Faiz duduk sejenak sembari memikirkan apa sebenarnya yang tengah dilakukan oleh abang iparnya itu. Dan tanpa sadar, Faiz tertidur. Tepukan Fatih membuatnya terkesiap seraya mengusap wajahnya. Setelah mengatur napas, Faiz menjawab, "Aku sudah mengambil sampel darahnya, mungkin butuh dua hari paling lambat untuk hasilnya. Boleh aku tahu siapa mereka?" Faiz menatap jauh ke dalam manik mata Fatih. I

