Bab 46

1524 Kata

"Plaaakkk...!!!" Suara tamparan menggema di samping dapur. Wajah Pidah tampak memerah, antara malu dan marah. Ia tidak menyangka Marko mencuri ciuman pertamanya. Marko yang mendapat tamparan sontak saja terkejut. Seakan ia baru saja disiram dengan air dingin dan langsung tersadar saat melihat airmata gadis di depannya meleleh deras. Dengan terbata ia meminta maaf. "M–maafkan aku." Pidah tidak menjawab, hanya sorot mata kecewa yang terpancar di sana. Memang selama ini ia sering bercanda dengan laki-laki itu, tapi ia tidak menduga bahwa ini akan terjadi pada mereka berdua. Tanpa berkata-kata, Pidah meninggalkan Marko sendiri yang masih menatap bingung. Yang baru saja ia lakukan seolah-olah antara mimpi buruk dan indah baginya. Buruk karena tamparan Pidah, dan indah karena ia telah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN