Part 33 "Arghh kenapa gue malu sih?!" teriak seorang lelaki yang baru masuk ke dalam kamar lalu melompat ke kasurnya. "Argh malu!" Siapa lagi kalau bukan Malik, yang baru saja pulang sehabis mengantarkan Cantika pulang ke rumahnya. "Oh tidak." Malik masih terngiang-ngiang karena hal tadi dan ia menutupi wajahnya dengan menggunakan bantalnya. Zena menggodanya habis-habisan sampai wajahnya memerah hingga ke leher. Sungguh buleknya itu membuatnya Malu berhadapan dengan Cantika. Apalagi Cantika yang menatapnya terus menerus dan bertanya soal wajahnya yang memerah. "Argh malu sumpah." Malik merasa napasnya sesak pun menyingkirkan bantalnya dan tubuhnya telentang. Kedua tangan dan kakinya dibuka lebar. Napasnya diatur perlahan dan memejamkan matanya sejenak. Entah mengapa malah memiki

