Part 32 Zena membawa mereka berdua masuk ke dalam kantornya dan disanalah mereka banyak mengobrolnya tentang berbagai hal. "Jadi Malik juga ingin kerja?" tanya Zena tidak percaya kalau keponakannya itu ingin kerja juga di rumah makannya. "Iya, Bulek." Malik mengangguk sungguh-sungguh. "Apa karena ingin nemenin Cantika?" Tebak Zena, menggoda Malik yang sepertinya menyukai Cantika. "Eh enggak, Bulek." Malik menggeleng lalu melirik Cantika. Cantika hanya menaikkan sebelah alisnya menatap Malik dan kembali menatap ke Zena. "Enggak apanya." Zena terkekeh pelan. "Kenapa orang kok bilang aku suka sama Cantika? Kan aku mengajak Cantika berteman." Malik merasa bingung. "Haha iya ya, karena perlakuanmu ke Cantika itu persis kayak orang yang lagi jatuh cinta," balas Zena dengan senyuma

