Malik mengernyitkan dahinya karena Cantika tidak melanjutkan ucapannya bahkan melepas pelukannya. Raut wajah Cantika berubah datar dan seperti sedang memikirkan sesuatu. "Lo kenapa?" tanya Malik yang tentu saja khawatir melihat perubahan sikap Cantika. Cantika sengaja tidak melanjutkan ucapannya serta melepas pelukannya tiba-tiba karena ada suatu alasan. Ia mendadak teringat soal hubungan ayahnya dengan Malik yanh renggang dan kesalahan ayahnya yang membuat perusahaan milik papanya Malik hampir hancur. Meski yang salah adalah ayahnya sendiri entah mengapa ia juga ikutan merasa bersalah dan terpaksa menutupi semua ini dari Malik. Cantika berharap Malik tidak tau hal ini walau kita tidak tau kedepannya nanti gimana karena apapun yang disembunyikan bakal terbongkar dan itu tergantung saja

