Part 42 "Kamu kerja?" Angga bersedekap d**a, mata elangnya yang mengitimidasi Malik sembari berjalan memutari Malik. Suasana seketika menegang saat kedatangan Angga tanpa mereka duga dan Malik sangat tidak berani menatap balik ke papanya. Didikan Angga sedari kecil begitu keras, kalau sudah begini pun ia harus menundukkan kepalanya dan jika menatap balik ke papanya, satu tamparan nantinya akan melayang ke pipinya. Malik diam beberapa saat dan kedua tangannya terkepal kuat. Menelan salivanya perlahan secara berulang dan keringat dingin mulai bercucuran. Pening itu yang dirasakan Malik, saking merasakan takutnya menghadap papanya dan ia juga tertangkap basah telah menyembunyikan sesuatu dari papanya. "Jawab Malik!" bentak Angga tiba-tiba. Malik dan Irene terjengat kaget namun kembali be

