Part 41

1080 Kata

Part 41 "Sudah pulang, Nak?" "Iya, Bu." Baru saja Cantika membuka pintu rumahnya, ibunya langsung keluar dari kamar bersama tongkat yang selalu menjadi petunjuknya saat berjalan. "Gimana kerjanya, Nak?" Raut wajah Puji begitu khawatir pada sang putri dan kedua tangannya meraba wajah putrinya dan berakhir menangkup wajah Cantika. "Alhamdulillah kerjanya lancar, Bu." "Tapi kamu bisa kan kerjanya? Cerita ke ibu, kalau ada apa-apa dan ibu akan siap jadi pendengar ceritamu." Puji menyuruh putrinya untuk duduk dulu di atas karpet ruang utama dan Cantika meneguk air putih yang telah disiapkan oleh Puji sendiri. Puji sudah biasa menyiapkan air putih meski dalam keadaan tak bisa melihat. "Ya tadi ada kendala juga sih, Bu." "Apa, Nak?" Puji benar-benar penasaran sekali dan ia tak mau anak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN