bc

Hasrat Terlarang Sang CEO

book_age18+
95
IKUTI
1K
BACA
love-triangle
one-night stand
family
HE
opposites attract
badboy
mafia
drama
tragedy
sweet
like
intro-logo
Uraian

Balas dendam berujung melahirkan anak? Rupanya hal itu terjadi pada Evelina yang berniat membalaskan dendam atas kematian ayahnya kepada keluarga Philip.

Menjalin hubungan dengan pewaris keluarga Philip-Keenan, nyatanya justru menjadi bumerang untuknya. Bukan balas dendam yang kini terbalaskan, malah justru dari hubungan asmara tersebut ada janin yang tumbuh di rahim Evelina. Mengetahui jika kekasihnya hamil, membuat Keenan bersedia untuk menikahi Evelina dan meminta supaya merawat calon anaknya dengan baik, tetapi berbanding terbalik dengan sikap Evelina yang justru dengan beraninya meminum obat penggugur kandungan di depan Keenan setelah itu pergi menghilang. Keenan tidak bisa menerima itu dan memerintahkan semua anak buahnya untuk mencari di mana keberadaan Evelina.

Akankah nantinya Evelina ditemukan oleh Keenan? Bagaimana nantinya kisah percintaan mereka dan akankah balas dendam Evelina bisa terbalaskan?

chap-preview
Pratinjau gratis
01. Dendam Kennan kepada Evelina
“Apa yang kamu lakukan, Evelina! Jangan gila!!” pekik Kennan yang sama sekali tidak berdaya karena tubuhnya seperti terkunci dan lemas. Dirinya hanya bisa menyaksikan sang kekasih hati-Evelina meminum obat penggugur kandungan di depan matanya tanpa ada rasa bersalah sedikit pun. Semakin lama, tenaganya habis dan hanya tatapan mata tajam yang bisa dilakukannya sebagai unjuk protesnya. Setelah selesai minum, Evelina kini menatap kekasihnya dengan remeh lalu berkata, “Kenapa tidak bersuara lagi? Sudah habiskah tenagamu? Aku sengaja meminumnya karena tidak mau mengandung apalagi sampai melahirkan anakmu! Aku sudah muak terus menerus menjalin hubungan denganmu, jadi, mulai hari ini aku selesaikan semuanya di hadapanmu. Sudah tidak ada yang tersisa lagi yang bisa dipertahankan, hubungan kita selesai sampai di sini dan jangan pernah lagi mencariku!” setelah mengucapkan itu, Evelina meninggalkan kekasihnya tanpa menoleh lagi. Kennan yang hanya mampu menatap kepergian Evelina, hanya bisa mengumpat dalam hati serta membenci kekasihnya karena sudah berani membunuh calon anaknya yang tidak berdosa. Setelah beberapa menit berdiam diri untuk mengumpulkan tenaga, dengan langkah tertatih, kini mengumpulkan semua sisa tenaganya untuk mengambil ponsel mahalnya yang tergeletak di meja dan langsung menghubungi asistennya untuk menjemput di apartemennya. Asssiten langsung memanggil dokter pribadi untuk memeriksa keadaan majikannya supaya segera mendapatkan penanganan. Ketika pemeriksaan menyeluruh selesai, dokter mendiagnosa jika Kennan meminum obat yang sengaja dicampurkan di dalam minuman atau makanan yang menyebabkan otot serta syarafnya berhenti fungsi sejenak. Mengetahui itu, Kennan menyadari jika sebelum mengalami hal ini, Evelina memberikan segelas bir yang langsung diminumnya tanpa menaruh curiga sedikit pun karena Evelina mengatakan jika calon anaknya menginginkannya minum di hadapannya. Ternyata, di dalam minuman itu sudah tercampur obat yang membuatnya tidak berdaya seperti ini. “Wanita sialan! Setelah ini, tidak akan aku lepaskan dirimu!” umpatnya dalam hati merasa sangat dendam. **** Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa kini sudah empat tahun Kennan dan Evelina berpisah, selama itu pula tidak pernah luput dalam satu hari pun Kennan tidak mencari keberadaan mantan kekasihnya itu. Semua kekuatan dan cara sudah dilakukan tetapi selalu menemukan jalan buntu, hal tersebut membuatnya sempat putus asa tetapi setelah itu berusaha untuk bangkit kembali karena ada sebuah harga yang harus dibayar oleh Evelina untuk menebus kesalahan empat tahun yang lalu. Meski fokus utamanya mencari di mana Evelina, tetapi tidak menutup jalan lain di mana ia juga handle perusahaan yang semakin lama semakin berkembang pesat ketika berada dalam pengelolaannya. Andai Evelina berada di sisinya dan calon anak yang mungkin saat ini sudah tumbuh dengan menggemaskan, hidupnya akan terasa sempurna. “Mau sampai kapan akan terus bersembunyi dariku? Bahkan sampai ke ujung dunia pun akan aku kerahkan semua anak buahku untuk memaksamu menemuiku! Evelina, jangan terus menerus mengujiku!” batinnya geram sembari menatap foto Evelina yang masih tersimpan di ponsel mahalnya. Menatap foto Evelina dengan sangat lama dan penuh amarah membuat Kennan kembali teringat bagaimana tindakan bodoh mantan kekasihnya empat tahun yang lalu, sampai akhirnya ada asisten yang masuk ke ruangannya untuk menyampaikan informasi. “Bos, saya sudah menemukan di mana keberadaan nyonya Evelina,” sebuah ucapan yang sudah lama dinantikan oleh Kennan kini akhirnya terwujud sudah. Emosi yang tadi sempat bersemayam di dadanya kini seketika berganti menjadi semangat membara untuk menemui mantan kekasih dan memberikan pembalasan. “Di mana dia?” tanya Kennan sudah tidak sabar, lalu asisten memberitahu jika Evelina terlacak berada di sebuah kota terpencil yang sangat jauh dari kota. Di sana, ia hidup sederhana dan rumahnya pun jauh dari kata mewah. Untuk membuktikan semua ucapan asistennya, kini ia meminta untuk segera diantarkan ke sana sebelum nantinya Evelina menyadari jika keberadaannya sudah terendus. **** Perjalanan menuju kota terpencil membutuhkan waktu empat jam lamanya, Kennan sangat tidak sabar dan terus mengeluh kepada asistennya kenapa lama sekali menyetir mobil. Untung saja asistennya sangat sabar menghadapi tuannya apalagi yang akan ditemuinya kali ini adalah orang yang sudah lama dicari-cari. Kota yang di tuju kini sudah berada di hadapannya, kesan pertama ketika menginjakkan kaki di sini adalah tenang, sejuk dan nyaman. Pantas saja Evelina betah berada di sini, cocok untuk dijadikan tempat tinggal di masa senja setelah penat dengan hiruk pikuk dan kesibukan di ibukota. “Itu rumah nyonya Evelina, Bos.” Asisten menunjukkan rumah kecil namun banyak tanaman segar dan terawat menghiasi halaman depan. Ketika mau mengetuk pintu, perasaan Kennan tiba-tiba berdebar dengan sangat hebat. Jika tidak segera mengetuk pintu, maka semuanya akan tetap terus menjadi misteri. Sudah beberapa kali mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari dalam rumah, seperti sudah kosong membuat Kennan kini berpikir buruk jika mantan kekasihnya memang sudah tau jika dirinya akan ke sini. Ia lalu memaksa asistennya untuk mendobrak pintu sekaligus memastikan apakah ada orang di dalam. Dalam hitungan detik, pintu sudah berhasil di dobrak dan kini asisten memasuki rumah dan mengecek setiap ruangan namun hasilnya nihil, semuanya kosong. “Tebakan Anda benar, Tuan. Kemungkinan nyonya mengetahui jika kita tau tempat tinggalnya,” “Evelina, lagi-lagi mempermainkan ku!” ucapnya geram dan penuh amarah setelah itu kembali masuk mobil. Hari sudah menjelang malam, membuat mereka sepakat mencari hotel sekitar sini untuk beristirahat dan besok kembali memulai pencarian. Sudah jauh sampai sini, sia-sia jika pulang dengan tangan kosong. karena suntuk di hotel, Kennan mengajak asistennya ke sebuah klub malam untuk menghilangkan penat sejenak. Sebuah klub ternama di kota ini menjadi tujuannya untuk melepaskan semua masalah. Memesan ruangan super VVIP dengan banyak minuman keras bermerek dan harganya mahal membuat manager klub sampai turun tangan melayani karena mendapat tamu sultan apalagi setelah tau jika yang datang malam ini adalah salah satu konglomerat yang berpengaruh di negeri ini membuat manager segera memanggil semua ladies untuk melayani. Dari banyaknya ladies, mata Kennan tertuju kepada wanita berambut panjang lurus berwarna hitam dengan hidung mancung, badan tinggi dan proposional yang sekilas mirip dengan Evelina. Menunjuknya untuk menemani minum membuat manager memberitahu ulang jika pilihannya merupakan anak magang yang masih bekerja di sini beberapa bulan sembari memberitahu primadona di klub ini. “Saya yang membayar, kenapa Anda justru mengatur saya? Jika tidak bersedia memberikan wanita itu menemani, usir semua dari hadapanku!” ucap Kennan ketus yang membuat manager akhirnya menyetujui. Setelah semuanya pergi, tersisa Kennan, asistennya dan ladies yang menjadi pilihannya. “Siapa namamu?” tanya Kennan tidak bisa melepas pandangan dari wanita itu karena memakai topeng. “Lina, biasa dipanggil Nana atau Lilin, terserah tuan saja nyaman memanggil saya dengan sebutan apa,” jawab wanita tersebut gugup dan tidak berani menatap Kennan. “Kenapa menghindar dariku? Kamu sudah aku bayar!” bentak Kennan merasa tersinggung lalu memaksa Lina berada dalam pangkuannya dan menghadapkan wajah supaya berhadapan dengannya. “Ma-maafkan saya, Tuan. Anda mau minum? Saya tuangkan,” Lina berusaha mengalihkan perhatian lalu menuangkan segelas minuman dan memberikannya kepada Kennan. “Kenapa sepertinya aku tidak familiar denganmu, Lina? Wajahmu yang tertutup topeng membuatku teringat dengan seseorang yang sudah empat tahun ini saya cari!” bisik Kennan di telinga Lina membuat asisten pun merasa heran dengan tingkah bosnya yang tidak biasanya. Ingin menegur pun juga tidak berani karena takut kena omelan. “A-anda mungkin salah sangka, mana mungkin saya sama dengan wanita yang Anda cari, jelas berbeda jauh, Tuan.” Lina lagi-lagi tidak berani menatap Kennan. “Apakah saya boleh membuka topengmu untuk memastikan?” tanya Kennan membuat degup jantung Evelina berdebar kencang.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
2.1K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.9K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.3K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.4K
bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.1K
bc

After We Met

read
187.1K
bc

(Bukan) Dosen Idaman

read
7.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook