Tidak berselang lama setelah Axel mengatakan itu, Dave datang sendirian dengan wajah tenang serta senyum yang terkesan dipaksa. Kedatangan yang tidak diundang membuat Kennan merasa marah besar dan refleks mengepalkan tangannya erat. “Punya nyali juga datang ke sini!” sindir Kennan dengan suara penuh penekanan dan tatapan sinis. “Jaga emosimu, ini hari bahagia kita.” Pinta Evelina berbisik dan mengalungkan tangannya di lengan Kennan supaya meredam emosi suaminya. “Kedatangan dia yang membuat emosiku hadir! Siapa yang mengundangnya?” Kennan kini bertanya sembari menatap istrinya dengan tajam. “A-aku tidak mengundangnya, sungguh.” Jawab Evelina dengan sorot mata yang menunjukkan jika jujur. Dave kini sudah berada di hadapan sepasang pengantin yang sama sekali tidak menyambutnya dengan h

