Setelah saling memuaskan, baik Evelina juga Kennan kini tertidur pulas dengan posisi berpelukan dan hanya ada selimut yang menyelimuti tubuh mereka supaya tidak kedinginan. Terlihat sekali jika keduanya merasa sangat nyaman sampai tidak terbangun apalagi ganti posisi. Sinar matahari yang masuk dari celah jendela membuat keduanya terbangun karena merasa silau. Evelina menyadari sesuatu jika semalam mereka berdua melakukan sebuah kesalahan lagi dan membuatnya merasa menyesal karena tidak mampu menolak. “Aku tidak mau hamil kedua kalinya!” batinnya gelisah lalu berusaha bangun dengan perlahan tetapi gerakannya terbaca oleh Kennan. Dengan posisi mata terpejam, Kennan mengatakan, “Mau ke mana?” pertanyaan dengan suara serak dan bass bercampur menjadi satu. Evelina dengan cepat menjawab, “M

