Part 72

1623 Kata

“Bian!” teriak Nayla melihat Bian berjalan menuju gerbang sekolah. Sejenak, Bian terkesiap melihat mamanya mendekat. “Mama …” teriaknya memeluk Nayla. “Bian … maafin mama, udah ninggalin Bian di kampung sama kakung,” bisik Nayla sembari memeluk Bian. Bian hanya diam, matanya menunduk seolah enggan menunjukkan raut wajah pada mamanya. “Ayo kita ke mobil, ada papi dan oma menunggu di sana.” Ajak Nayla melepaskan pelukannya. Bian mengangguk lalu meraih tangan Nayla menuju mobil. “Assalammualikum, jagoan kecil ….” Sapa Widi menyambut Bian. “Waalaikum salam, papi ….” Ujar Bian menjulurkan tanga dan mencium punggung tangan papinya. Sedetik kemudian matanya tertuju pada wanita paruh baya yang duduk di dalam mobil menatapnya semringah. “Itu oma, ayo beri salam sama oma,” ujar Widi mengusap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN