“Ayo, Nay, kita turun.” Ajak Widi setibanya di halaman rumah orangtua Anya. Nayla mengangguk, menyiapkan mental bertemu mantan mertua suaminya. Walau bagaimanapun, dia akan menjadi sorotan orangtua Anya. “Assalammualikum,” ujar Widi mendekati ibu Anya yang sudah berdiri di depan pintu menunggu kehadiran Widi dan Anya. “Waalaikum salam. Mari, silakan masuk Nak Widi, Nayla?” tanya ibu Anya menoleh Nayla. “Iya, Bu. Saya Nayla,” ujar Nayla melebarkan senyumnya. “Oh iya, saya ibunya Anya, mantan istri Widi.” Nayla hanya tersenyum membalas ucapan ibu Anya. Lalu mengikuti Widi yang menarik tangannya masuk. “Ayo langsung saja ke kamar. Bapak menunggu kalian di kamar,” “Baik, bu,” ujar Widi memberi kode pada Nayla agar mengikutinya. Nayla mengikuti Widi dari belakang menuju sebuah kamar ya

