Kelas XI IPS 1 punya prinsip yaitu Larangan adalah Perintah. Setelah kepergian Bu Kia, suasana yang semula tenang berubah menjadi ricuh. Semua penghuni kelas ini kembali ke kegiatan mereka sebelum Bu Kia datang tadi. Ada yang main game, ada yang bergosip ria, dan ada juga yang mengadakan konser tunggal dengan teman-temannya yang lain sebagai penontonnya.
Kelas ini memang di kenal sebagai kelasnya biang onar, di kelas inilah berkumpul anak-anak ajaib yang tidak takut hukuman. Kalau kata mereka sih, "kita ini masih muda gak nurut dikit gapapa lah".
Sedangkan Alea hanya menatap teman-teman sekelasnya yang asik dengan kegiatan mereka, sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya kearah teman sebangkunya yang sedari tadi menatapnya.
"Hai, kenalin nama gue Viona panggil aja Vio. Gue istrinya Kim Seokjin".
Ucap cewek berambut sebahu di samping Alea sambil menyodorkan tangannya. Awalnya Alea menatap heran cewek di depannya ini, apa tadi katanya istri? Apakah cewek ini sudah menikah? Tapi kenapa ia masih bisa bersekolah? Tetapi melihat cewek bernama Viona itu masih belum merubah posisi tangannya Alea segera menyambut tangan tersebut.
"Alea"
"Gue Delia Istrinya Kim Taehyung". Ucap cewek yang duduk di kursi depan mereka.
"Alea"
"Kenalin Gue Ayana istrinya Jeon Jungkook". Ucap cewek di samping Delia.
"Alea" Setelah menyalami ketiga cewek itu Alea bertanya hal yang dari tadi menganggu pikirannya.
"Kalian udah nikah?" Tanya Alea kepada tiga cewek itu, seketika mereka bertiga langsung tertawa mengundang tatapan heran dari Alea.
"Ya ampun Alea Lo lucu banget sih, ya enggak lah ya kali kita udah nikah. Orang masih muda gini kok lagipula gue belom ke Korea mana mau gue nikah dulu". Jelas gadis bernama Viona panjang lebar.
"Tapi kalian tadi bilang istri, itu bukannya berarti kalian udah nikah ya?"
"Gak gitu Al yang kita sebutin tadi itu nama bias kita, atau bisa dibilang suami virtual kita lah". Jelas Delia.
"Kita ini K-poppers Al kalo lo-"
"WOIII TRIO BEO JANGAN CEMARIN OTAK SUCI ALEA SAMA OTAK KOTOR KALIAN!" Teriak suara di samping mereka yang ternyata adalah Devara.
Cowok itu ternyata duduk di samping meja Alea ia duduk bersama Jino sedangkan Kai dan Ai di depan Devara di depannya lagi Ada Rio dan kifli.
"Apaan sih Lo Dev orang kita cuman ngobrol sama Alea kok" bela Ayana sebab Devara menuduh mereka ingin mencemari Alea memangnya mereka limbah apa pakai mencemari segala.
"Gini ya, Lo pada jangan ngomong macem-macem sama Alea dia bukan spesies manusia kayak kalian jadi jangan ngajarin yang enggak-enggak deh". Itu Ai yang bersuara, belum tau saja dia kalau kata-katanya itu akan mengundang Mala petaka bagi dirinya sendiri.
"Wah mulut lo Ai pengen gue jejelin sepatu hah? Maksud Lo apa emang kita spesies kayak gimana?" Marah Viona menatap Ai sambil melotot. Memang diantara mereka bertiga Viona itu lebih sensitif dan sedikit galak.
"Y-ya maksud gue kalian spesies K-poppers iya K-poppers hehe". Ucap Ai sambil terkekeh sebenarnya ia agak sedikit takut kepada gadis itu pasalnya ia pernah mengganggu Viona dengan mengatakan kalau Kim Seokjin bias Viona itu adalah plastik dan berakhir Ai di lembar kursi oleh gadis itu.
"Awas lo ngomong macem-macem lagi! gue lempar keluar jendela baru tau rasa lo".
"Udah Vi, orang jelek jangan di ladenin".
"Siapa yang Lo bilang jelek Del?"
"Ya elo siapa lagi"
"Wahh parah Lo muka ganteng gini Lo bilang jelek, katarak kali mata Lo".
"Mata gue gak katarak ya, Lo emang jelek yang ganteng cuman Kim Taehyung doang".
"Serah Lo"
"GURU RAPAT GUYSS"
Seketika teriakan itu membuat semua penghuni kelas XI IPS 1 bersorak gembira pasalnya guru sedang rapat otomatis tidak ada guru yang akan masuk.
"Al ke kantin yuk" Ajak Devara pada Alea.
"Gak Alea bareng ama kita"
"Yaudah kita ikut"
Akhirnya mereka pergi ke kantin bersama sebenarnya Alea sedang malas berjalan tetapi teman-teman barunya ini menarik paksa dirinya untuk ikut, jadilah dia hanya pasrah diseret oleh teman-temannya itu.
Sesampainya di kantin mereka duduk di kursi dekat pintu masuk. Kondisi kantin saat ini cukup ramai karena memang tidak ada guru yang masuk jadilah para siswa memilih Kantin sebagai tempat pelarian mereka.
"Ehh kita belum kenalan loh anak baru" Ucap Ai setelah mereka menduduki kursi. Pasalnya dia memang belum berkenalan dengan Alea.
"Kenalin nama Gue Aiman panggil aja Ai karena gue Ai yang beriman" Ucap Ai sambil tersenyum konyol.
"Gue Jino, salam kenal cantikk"
"Gue Kai, kalau butuh apa-apa bisa bilang ama gue"
"Gue Rio."
"Alea" Ucap Alea memperkenalkan namanya. Dapat Alea simpulkan bahwa ketiga cowok didepannya ini sifatnya sebelas duabelas dengan Devara yang berisik, tetapi tidak dengan cowok bernama Rio dia itu terkesan lebih kalem daripada yang lain.
"Girls mau makan apa biar Abang Kai yang pesenin".
"Gue mie ayam sama jus jeruk" Ucap Delia.
"Gue samain aja sama Delia"
"Samain aja semuanya"
"Oke, Jino, Ai bantuin gue"
"Siapp"
Setelah kepergian Kai, Jino, dan Ai mereka kembali mengobrol. Sedangkan di meja lain tepatnya di meja dekat jendela keenam cowok sedang memperhatikan meja Devara dan teman-temannya.
"Itu yang lagi duduk ama Devara and the gang anak baru yang bikin heboh tadi kan?" Tanya Budi entah kepada siapa.
"Iya deh kayaknya, emang cantik banget sih, kayaknya juga gak menye-menye". Ucap Rey juga menatap Alea.
"Boleh nih gue jadiin pacar gue yang kesekian" Ucap Adit sambil terkekeh.
"Yee kayak tuh cewek mau Ama Lo aja" ejek Lio kepada Adit.
"Cantik ya Bar diliatin terus" Goda Rey pada Bara sebab memang dari pertama cewek itu masuk ke kantin tatapan Bara tidak pernah lepas dari cewek itu.
"Enggak, biasa aja" Jawab Bara singkat
"Kalo biasa aja ngapain Lo liatin terus, gak ngedip lagi" Ucap Rey masih terus menggoda Bara.
"Gue ngerasa dia mirip seseorang". Kali ini Bara menjawab dengan serius.
"Siapa Bar?" Tanya Lio penasaran.
Sedangkan Bara hanya mengangkat bahunya acuh.
"Kalo gitu Lo aja Ar yang ngegebet tuh cewek". Suruh Rey pada Arion yang ada disampingnya.
"Gue gak ada waktu ngurusin cewek, gue mau fokus belajar" Jawab Arion.
"Lo lama-lama disangka guy loh Ar, apa susahnya sih punya cewe sambil belajar" Tanya Budi karena Arion memang belum pernah berpacaran berbeda dengan teman-temannya yang lain bahkan Bara pun sudah pernah punya pacar.
"Lo nggak ngerti Bud, mereka itu manja kemauannya harus diturutin. Gue nggak bisa kalo mereka nuntut itu dari gue, gue gak ada waktu". Jelas Arion mengutarakan alasan ia tidak ingin dekat dengan wanita. Meskipun tidak semua wanita seperti itu tetapi ia mengatakan itu untuk membuat teman-temannya tidak menyuruhnya untuk dekat dengan wanita lagi.
Sementara Budi memilih diam teman-temannya yang lain juga, mereka sebenarnya sudah tau kalau respon Arion akan seperti ini. Arion itu anak tunggal ia dituntut oleh orangtuanya untuk menjadi yang terbaik. Ia juga dilarang untuk punya pacar dan fokus belajar oleh kedua orangtuanya bisa dibilang hidup Arion itu dikendalikan oleh orangtuanya.
Keheningan diantara mereka seketika terpecah ketika mendengar suara lembut memasuki indra pendengaran mereka.
"Haii, kita boleh gabung gak? Mejanya penuh semua soalnya" Tanya Lili.
"Boleh dong cantik, kok pake nanya sih" Ucap Adit genit.
"Duduk sini". Ucap Bara menepuk bangku sebelahnya yang kosong.
Sedangkan Lili yang melihat itu langsung mendudukkan dirinya di tempat yang disuruh kan Bara tadi. Kedua temannya juga mendudukkan diri mereka di bangku depan Lili dan Bara.
"Lo balik ama gue". Ucap Bara kepada Lili.
"Yahh gak bisa Bar, aku ada latihan ama temen-temen, aku kan ikut Pensi nanti". Ucap Lili dengan lesu, ia ingin pulang bersama Bara tapi ia harus berlatih bersama teman-temannya untuk persiapan Pensi yang akan diadakan dua hari lagi.
"Yaudah gapapa" ucap Bara sambil mengusap kepala Lili dengan sayang.
"Lo nyanyi solo lagi Li?" Tanya Rey pasalnya tahun lalu Lili memang mengikuti nyanyi solo dan dia mendapatkan juara pertama.
"Iya Rey"
"Udah inimah, udah jelas kelas kita yang ngambil juara pertama. Gak mungkin ada yang ngalahin suara merdunya Lili". Puji Lio pada Lili yang sudah tersenyum malu.
Give me your heart ?