"Hai Alea"
"Lo" Tunjuk Alea pada cowok yang berdiri di depan motornya.
"Devara, masa udah lupa" ucap Devara memperkenalkan dirinya kembali.
"Gak lupa".
"Yaudah yuk masuk, hari inikan gue jadi pemandu Lo".
"Gue bilangkan gak usah".
"Ayolah Al, gue kan temen pertama Lo"
Belum sempat Alea membalas ucapan Devara suara rusuh yang menghampiri mereka membuatnya menghentikan ucapannya.
"Ehh Dev ini yang Lo bilang calon pacar Lo?" Ucap Jino sambil berbisik pada Devara. Tetapi jujur saja suaranya itu tidak bisa dibilang sebuah bisikan karena baik Alea maupun teman-temannya yang lain bisa mendengar ucapannya itu.
"Cakep banget Dev, kok Lo gak pernah cerita sih sama kita kalo punya calon pacar secakep dan secool ini". Ucap Ai sambil memukul pelan lengan Devara.
"Lo pada apaan sih ganggu aja tau, pergi sana!" Usir Devara pada teman-temannya itu. Ia ingin berduaan dengan Alea agar lebih dekat dengan gadis itu, tetapi jika teman-temannya ikut semuanya tidak akan berjalan dengan mulus.
"Yee lu giliran udah ada ceweknya aja ngusir kita, tadi waktu belom dateng maksa-maksa kita buat nemenin lo nunggu". Kesal Kai pada Devara.
"Udahlah biarin aja, yok masuk duluan". Ajak Rio pada ketiga temannya yang masih misuh-misuh tidak jelas kepada Devara.
"Gak asik ah"
"Ayo" dorong Rio pada Jino,Ai, dan Kai.
"Rio kau memang penyelamatku, tunggu teraktiran dariku kawan". Ucap Devara dalam hati sambil tersenyum menatap kepergian Rio dan teman-temannya yang lain.
"Yuk masuk Al" ajaknya pada Alea yang masih betah duduk diatas motor.
Alea tidak menjawab, tetapi ia tetap menurut dengan turun dari motor dan berjalan mengikuti Devara.
Sepanjang perjalanan mereka memasuki sekolah banyak pasang mata yang melihat mereka menerka-nerka ada hubungan apa di antara salah satu most wanted sekolah dengan gadis yang mereka yakini adalah murid baru itu. Sementara Alea tidak terlalu memusingkan bisikan-bisikan yang lewat di telinganya itu.
Setelah sampai di Koridor sekolah Alea menghentikan langkahnya membuat Devara yang berjalan di depannya juga ikut menghentikan langkahnya karena merasa gadis yang berjalan di belakangnya itu berhenti.
"Kenapa Al?"
"Gue mau ganti celana dulu".
"Ohh yaudah, itu toilet di sebelah sana. gue tunggu disini". Tunjuk Devara pada bagian kanan Koridor.
Alea hanya mengangguk kemudian berjalan mengikuti arah yang ditunjuk Devara tadi.
Setelah sampai di toilet Alea segera masuk di salah satu bilik toilet dan mengganti celana yang ia kenakan dengan rok yang ia bawa dari rumah.
Setelah selesai Alea berjalan keluar dari toilet, tetapi baru saja ia hendak keluar tiba-tiba saja ada seseorang yang menabraknya.
"Maaf, aku gak liat kamu maaf ya". Ucap seorang gadis yang menabrak Alea tadi.
Alea tidak membalas ucapan gadis itu ia hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya menuju koridor dimana Devara menunggunya tadi.
Sementara di dalam toilet gadis yang menabrak Alea masih berdiri disana sambil menatap kepergian Alea.
"Cantik." Ucap Lili, ya gadis yang menabrak Alea adalah Lili.
"Udah" tanya Devara yang melihat kedatangan Alea.
"Hmm"
"Yaudah yuk gue anter ke ruangan kepala sekolah".
Alea hanya mengangguk dan kembali mengikuti Devara. Setibanya mereka di depan ruangan kepala sekolah Devara menyuruh Alea masuk dan mengatakan akan menemaninya lagi keliling sekolah saat jam istirahat.
"Lo masuk deh, nanti jam istirahat gue temenin lagi keliling sekolah".
Alea sebenarnya ingin menolak tetapi karena tidak ia tidak ingin mendengar ocehan cowok di depannya ini jadilah ia hanya mengangguk.
Setelah kepergian Devara, Alea mengetuk pintu didepannya setelah mendengar suara yang menyuruhnya masuk dari dalam ia dengan pelan membuka pintu tersebut dan memasuki ruangan bernuansa putih kecoklatan itu.
"Permisi pak"
"Silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu". Ucap pria setengah baya yang sepertinya adalah kepala sekolah.
Alea berjalan mendekat lalu duduk di depan sang kepala sekolah.
"Saya murid baru pak" ucap Alea dengan ekspresi datarnya. Alea benar-benar tidak bisa mengubah ekspresinya bahkan kepada kepala sekolahnya pun ia masih saja bersikap datar.
"Nama kamu siapa". Tanya sang kepala sekolah, ia mencoba biasa saja sebab di sekolah ini juga ada siswa dingin seperti gadis di depannya ini jadi ia cukup terbiasa.
"Alea Gibrella Alterio"
Sang kepala sekolah terlihat mengangguk kemudian membuka beberapa berkas lalu membacanya.
"Baiklah Alea kamu di kelas XI IPS 1, kamu tunggu sebentarya saya akan menghubungi wali kelas kamu".
Alea hanya mengangguk, sang kepala sekolah terlihat sedang menelpon seseorang. Beberapa saat kemudian terdengar suara di seberang sana.
"Halo pak."
"Halo Bu Kia, bisa ke ruangan saya sekarang".
"Baik pak"
Seketika telepon diputuskan oleh sang kepala sekolah. Setelah beberapa saat akhirnya datang seorang guru perempuan cantik dengan setelan dinasnya.
"Permisi pak, ada apa ya bapak memanggil saya?"
"Begini Bu Kia sekolah kita kedatangan murid baru, dan dia sekarang adalah anak wali ibu".
Pandangan guru perempuan bernama Bu Kia itu beralih kepada Alea yang juga menatapnya.
"Baik pak"
"Alea kamu bisa ikut ibu Kia dia adalah wali kelas kamu".
"Baik pak"
"Ayo Alea ikut ibu"
"Iya Bu"
"Kalau begitu kami permisi pak"
Sang kepala sekolah hanya mengangguk. Bu Kia dan Alea berjalan keluar dari ruangan kepala sekolah dan menuju kelas XI IPS 1.
Sesampainya di depan kelas XI IPS 1 ibu Kia menyuruh Alea menunggu instruksinya baru bisa masuk. Ketika bu Kia memasuki kelas tersebut seketika suasana yang tadinya ribut berubah menjadi hening.
"Viona, Delia, Ayana kembali ketempat duduk kalian!". Suruh Bu Kia kepada tiga orang gadis yang terlihat sedang duduk lesehan di pojok belakang sambil salah satunya memangku laptop di pahanya.
"Woiii trio beo ada Bu Kia g****k balik ke tempat duduk Lo!" Suruh Jino karena ketiga gadis itu duduk tepat di belakang kursinya. Sepertinya mereka tidak menyadari kedatangan Bu Kia.
Setelah mendengar suara Jino salah satu dari mereka mengangkat pandangannya kedepan dan melihat wali kelas mereka sedang bersedekap d**a menatap kearah mereka.
"Mampus! Ada Bu Kia guys". Bisik gadis bernama Delia kepada kedua temannya yang masih asik menonton MV Bts di laptop.
"Hah! mana?" Tanya satu lagi gadis bernama Viona.
"Itu di depan"
Seketika pandangnya beralih ke depan papan tulis, ia menatap kaget wali kelasnya yang berdiri disana dengan pandangan tajam kearah mereka bertiga. Sementara satu temannya yang lain yang bernama Ayana sudah mematika laptop dan ikut melihat kehadiran wali kelas mereka.
"Ehh ibu, kapan dateng Bu". Tanya Delia basa-basi pada Bu Kia.
"Dari tadi, cepat kembali ke tempat duduk kalian!"
"Iya iya Bu"
Setelah anak muridnya sudah duduk di tempat duduknya masing-masing, Bu Kia langsung menyampaikan tujuannya kepada anak muridnya itu.
"Baik anak-anak tujuan ibu masuk ke kelas ini padahal ini bukan jam ibu adalah karena ibu ingin menyampaikan bahwa kita mempunyai teman baru". Setelah menjeda sedikit ucapannya Bu Kia melanjutkannya lagi". Ayo nak masuk" Suruh Bu Kia pada seseorang di depan pintu kelas.
Seketika semua pandangan murid kelas XI IPS 1 tertuju pada pintu kelas menunggu seseorang yang katanya murid baru itu untuk masuk. Setelah beberapa saat terlihat seorang gadis cantik memasuki kelas, beberapa orang berbisik-bisik melihat gadis itu. Itu adalah gadis yang menghebohkan hampir satu sekolah karena penampilan dan aura coolnya, ohh jangan lupakan tadi ia berjalan bersama Devara salah satu prince sekolah.
"Perkenalkan diri kamu" suruh Bu Kia pada gadis di sampingnya.
"Alea Gibrella Alterio, panggil aja Alea, pindahan dari Prancis".
"Hanya itu?" Tanya bi Kia, karena menurutnya perkenalan Alea ini cukup singkat.
Alea hanya mengangguk. Setelah itu Bu Kia menyuruhnya untuk duduk.
"Baiklah Alea kamu bisa duduk, kamu duduk dengan Viona. Viona angkat tangan kamu".
Murid bernama Viona mengangkat tangannya, kemudian Alea berjalan kearahnya. Setelah sampai di dekat bangku Viona Alea langsung mendudukkan dirinya di dekat gadis itu.
"Anak-anak mumpung ibu ada disini ibu ingin menanyakan tentang persiapan kalian mengenai Pensi yang akan diadakan dua hari lagi? Apakah semuanya sudah siap atau belum?" Tanya Bu Kia karena dua hari kedepan memang sekolah mereka akan mengadakan Pensi.
"Semaunya sih udah siap Bu tapi ada satu masalah, si Fani yang biasanya nyanyi solo tiba-tiba masuk rumah sakit karena DBD dan harus di opname Bu" adu Devara sebagai ketua kelas.
"Ada yang bisa menggantikan Fani?" Tanya ibu Kia.
Sementara para murid hanya diam dan saling menatap satu sama lain.
"Saya bersedia Bu"
Seketika seluruh pandangan menatap kearah seorang siswi yang mengangkat tangannya tadi.
"Alea kamu serius?"
"Iya Bu"
"Baiklah yang akan mengisi posisi nyanyi solo di kelas kita adalah Alea" putus bu Kia.
"Baiklah anak-anak ibu keluar dulu, kalian jangan berisik dan mengganggu kelas sebelah. Tunggu guru kalian masuk!" Setelah mengatakan itu Bu Kia pergi meninggalkan kelas.