ENAM BELAS

1942 Kata

Dua belas tahun yang lalu. Seorang perempuan dengan rambut pendek yang tertata dengan rapi berjalan masuk ke dalam sebuah kelas, di dalam pelukan perempuan itu terdapat lembar-lembaran kertas yang sudah di tunggu oleh seluruh murid lainnya. Kezia masuk ke kelas di sambut dengan keheningan yang tiba-tiba muncul akibat kedatangannya. Kertas-kertas yang dibawa oleh perempuan yang menjadi ketua kelas di IPA 3 adalah lembar jawaban tiap murid di kelasnya yang telah di nilai oleh guru mereka. Saat ini bu Rina sedang sakit, jadi Kezia lah yang di berikan kepercayaan untuk mengumumkan nilai seluruh murid di depan kelas. "Yang pertama Abdi, 80." "Yes! Gak sia-sia gue nyontek! HAHAH" Sahut Abdi dengan mengepalkan tangannya ke udara. "Devano, 40." Ucap Kezia malas, bagi Kezia satu-satunya lelaki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN