44. Sisi Rapuh

2169 Kata

“Mama!!” bocah kecil berambut coklat dengan mata biru itu bersorak gembira ketika melihat mamanya sudah berada di depan gerbang sekolah untuk menjemputnya. “Hati-hati, jangan lari terus!” ucap Andrea dari depan gerbang ketika melihat Benne yang sudah berlari sehingga membuat suster yang menjaganya kesusahan. Andrea sedikit berjongkok untuk memeluk anak semata-wayangnya itu. Benne juga membalas pelukan itu, dia benar-benar merindukan Andrea. “Kamu senang sekolah hari ini?” tanya Andrea. Benne mengangguk senang, “Atu puna anyak eman cekalang.” “Oh ya? Anak mama pintar! Mainnya yang baik ya sama teman-temannya.” Benne kembali mengangguk. “Hei kalian!” Suara itu membuat Benne dan Andrea menoleh ke arah samping dan mendapati Bagas yang sedang berjalan ke arah mereka. “Papa agas!” Ben

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN