“Mama!!” bocah kecil berambut coklat dengan mata biru itu bersorak gembira ketika melihat mamanya sudah berada di depan gerbang sekolah untuk menjemputnya. “Hati-hati, jangan lari terus!” ucap Andrea dari depan gerbang ketika melihat Benne yang sudah berlari sehingga membuat suster yang menjaganya kesusahan. Andrea sedikit berjongkok untuk memeluk anak semata-wayangnya itu. Benne juga membalas pelukan itu, dia benar-benar merindukan Andrea. “Kamu senang sekolah hari ini?” tanya Andrea. Benne mengangguk senang, “Atu puna anyak eman cekalang.” “Oh ya? Anak mama pintar! Mainnya yang baik ya sama teman-temannya.” Benne kembali mengangguk. “Hei kalian!” Suara itu membuat Benne dan Andrea menoleh ke arah samping dan mendapati Bagas yang sedang berjalan ke arah mereka. “Papa agas!” Ben

