Andrea terpaku menatap ringkasan kegiatan harian Calvin selama beberapa bulan lalu. Dia tentu saja terkejut melihat Calvin yang mulai mengundang psikolog untuk memulai sesi terapinya. Apalagi beberapa hari sejak kematian Beliva, setidaknya ada psikolog yang mulai mengikutinya karena kesibukannya yang luar biasa. “Dia hanya tidur empat jam?” Andrea kembali melihat-lihat ringkasan kegiatan Calvin yang dia dapat dari asisten pribadi Calvin itu. Satu kegiatan membuat Andrea kembali terpaku, sebuah kegiatan yang pada akhirnya dicoret merah sebagai pertanda kegiatan itu dibatalkan. Mengunjungi makam anak kedua. Air mata Andrea kembali mengalir karena hal itu, dadanya tiba-tiba saja sesak. “Kamu kenapa menangis?” Calvin yang baru saja keluar setelah mandi itu langsung menghampiri Andrea di

