41. Beliva

2160 Kata

Jantung Andrea berdebar dengan kencang ketika lampu operasi sudah menyala. Dia sendiri tidak bisa melihat apa yang terjadi di bawah sana. “Permisi, saya temani ya, Bu.” Seorang perawat muda datang dan kemudian berada di samping Andrea. “Maaf saya ngerepotin ya?” tanya Andrea. Perawat muda itu menggeleng sambil tersenyum, “Saya malah senang bisa mendampingi Ibu yang super kuat.” Andrea tidak kehilangan kesadarannya, dia menunggu dengan hati yang cemas dan sedih. Dia butuh seseorang untuk menemaninya melewati ini semua, dia butuh Calvin. Namun yang ada sekarang malah orang lain, Andrea masih merasa kesepian. “Bayinya tidak menangis!” ujar seseorang yang Andrea tidak tahu siapa. *** Andrea dibantu oleh seorang perawat yang mendorongnya di kursi roda, pergi ke tempat yang selalu dia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN