Hal terakhir yang diingat Hana hanyalah api dan asap, lalu debu serupa abu yang kini menempel di atas permukaan kulitnya. Teriakan tertahan yang tak mampu dikeluarkan Hana ketika gadis itu tak berdaya menyaksikan satu per satu saudara dan saudarinya dihanguskan bara amarah elixer yang menyerang pemukiman manusia. Hana sendiri tak memiliki kemampuan khusus, hanya seorang manusia yang terdiri dari tulang dan daging—lemah. Atau memang sejatinya manusia tidak diciptakan untuk melawan prahara. Sekuat apa pun manusia tetaplah kalah pada semesta yang mulai mengulurkan petaka pada manusia yang berlagak kuat. Tiada jalan untuk melarikan diri. Bersama para gadis yang tersisa, Hana dibawa ke istana elixer. Ini adalah pilihan terakhir yang dimiliki Hana dan manusia yang tersisa … sebuah pilihan yang m

