Bab 1 Taruhan
"Bosan. " gumam seorang gadis yang tengah bersantai di ruang tamu. Dia Sandra Aulia, gadis berusia 21 tahun merupakan mahasiswi dari universitas terkenal di negara x. Selama ini dia tinggal sendirian di apartemennya, keluarga Sandra berada di negara Y. Gadis itu memang menyembunyikan identitas dirinya yang sebenarnya.
Hari ini Sandra memang tak memiliki jadwal kuliah sehingga dia bisa berleha leha di apartemennya gadis itu. Dering ponselnya menyita perhatian gadis itu, dengan malas malasan Sandra menyambarnya.
From Uler keket
Woy jangan tidur mulu awas jodohmu di patuk ayam, sini ke restauran Dahlia. ada yang pengen aku omongin sama kamu!
"Dasar keket. " maki Sandra. Gadis itu langsung pergi ke kamarnya, setelah mengganti pakaiannya dia langsung berangkat. Tiba di Restauran Snadra langsung masuk ke dalam dan mencari keberadaan Kate.
"Ada apa nih, ngapa kamu nyuruh ke sini? " tanya Sandra dengan malas.
"Bentar nunggu si lemot Nessa. " ucap Kate dengan santai. Tak lama yang mereka tunggu telah datang, Nessa langsung bergabung bersama mereka. Sebelum bicara Kate memesan makanan untuk kedua sahabatnya. Sandra sendiri begitu penasaran dengan apa yang ingin Kate bicarakan.
"Gimana kalau kita taruhan, kalau salah satu dari kita bisa menghabiskan makanan lebih dulu itu pemenangnya dan yang kalah harus mengikuti perintah sang pemenang. " ujar Kate dengan seringai miringnya.
"Setuju!
Ketika makanan mereka tiba, mereka berlomba menghabiskan makanan masing masing dengan cepat. Sandra mengumpat kasar saat dirinya kalah begitu juga dengan Nessa. Kate tertawa mengejek kedua sahabatnya itu.
"Buat Sandra, perhatikan baik bak pintu Restauran, setelah lima menit dan ada seorang pria masuk kau harus menciumnya tepat di bibir pria itu. " ujar Kate yang membuat Sandra melotot. Kate telah melarangnya untuk membantah ataupun menolak perintahnya.
Sandra hanya mampu merutuki Kate dalam hatinya, gadis itu mendengus pelan. Hingga lima menit berlalu, seorang pria masuk ke dalam restauran, Sandra langsung bangkit dan berjalan menuju ke arah pria itu.
Seorang pria tampan dengan perawakan gagah dan tinggi,memiliki hidung mancung dan bibir tipis namun seksi. Sandra berdehem sebentar, tatapan mereka bertemu, gadis itu langsung menarik dasi pria tampan kemudian mendaratkan ciuman di bibir sang pria.
Semua pengunjung di sana terkejut akan tingkah Sandra, gadis itu melepaskan bibirnya lalu kabur begitu saja menuju ke meja Kate.
"Tuan Diego. " ucap Ari sang asisten. Pria tampan itu Diego El Mayer, dia begitu terkejut dengan tindakan perempuan barusan. Diego begitu geram, bagaimana bisa wanita tadi begitu berani mencuri ciuman pertamanya. Raut wajah pria itu tetap datar, melangkah menuju ke sejauh meja diikuti sang asisten, manik elangnya tertuju kearah Sandra yang tengah tertawa.
"Sialan lu Kate aku harus kehilangan my first kiss. " maki Sandra pada sahabatnya. Gadis itu mengajak sahabatnya langsung pergi begitu saja. Dia saat melirik kearah Diego yang menatapnya dengan tajam. Setelah kepergian gadis itu, Diego makan siang dengan santai sambil membicarakan bisnis.
Sementara tiba di apartemennya Sandra langsung masuk ke dalam kamar, gadis itu merutuki keberaniannya tadi. Bagaimana bisa dia begitu berani mencium pria asing. "Jika karena bukan taruhan itu, aku juga mana berani mencium pria asing itu?
Huh
Dia meraih ponselnya yang tergeletak di sebelahnya, Sandra langsung menghubungi sang kekasih Felix Julius Angkasa, pria yang dulunya kakak tingkat atasnya di kampus.
"Sayang, kau lagi apa? " tanya Sandra dengan nada manjanya, terdengar suara renyah di ujung sana.
"Tentu saja bekerja sayang, memangnya apalagi? " tanya Felix dengan lembut. Ya saat ini Sandra dan Felix tengah menjalani hubungan jarak jauh atau istilahnya LDR. Namun meski begitu keduanya tetap saling berkomunikasi dengan lancar.
"Aku kangen kamu, kapan kamu pulang? " rengek Sandra yang begitu merindukan kekasih pujaannya. Terdengar suara kekehan di ujung sana membuat Sandra merengut sebal. Kini keduanya melakukan panggilan video, keduanya bisa saling menatap wajah satu sama lain. Sama halnya dengan Sandra, Felix juga merindukan gadis manjanya ini.
Setelah mengobrol cukup lama dengan kekasihnya, Sandra menutup sambungannya lebih dulu. Gadis itu tampak senyum senyum sendirian, rasa rindunya pada Felix setidaknya terobati.
Sore harinya Kate dan Nessa datang, keduanya membawa banyak makanan dan buah buahan. Keduanya langsung menyimpannya ke dalam kulkas lalu mengajak Sandra mengobrol di ruang tengah. Sandra langsung membahas Felix pada kedua sahabatnya, Kate senang melihat Sandra tak lagi galau.
"Felix kapan pulangnya San? " tanya Nessa sambil mengunyah kripik singkong.
"Enggak tahu, kayaknya dia nyelesaiin pekerjaan di dia di negara Y dulu deh baru itu balik ke sini. " jawab Sandra santai.
"Kamu enggak curiga sama dia? " sahut Kate yang membuka suaranya menyela obrolan Sandra dan Nessa. Sandra mengerutkan kening, harus itu tak mengerti maksud dari sahabatnya.
"Kalau di sana Felix jalan sama cewek lain gimana? " tanya Kate memperjelas kalimatnya. Sandra langsung menyanggahnya, dia sangar percaya pada kekasih tampannya itu. Kate yang mendengarnya mengedikkan bahu.
Ucapan Kate barusan terngiang dalam pikirannya, dia menjadi ragu sekarang. Dia mencoba berpikir positif dan tak ingin mencurigai Felix dalam hal ini, mungkin saja kekasihnya itu memang tengah bekerja keras di sana. Melihat Sandra yang melamun, Nessa mengalihkan obrolannya dengan membahas s**u strawberry.
"Sahabat kita yang satu ini memang pecinta s**u strawberry. " Sandra mencubit gemas pipi Nessa, Nessa berdecak pelan dan menepis tangan sahabat usilnya.
Mereka bertiga kembali mengobrol hal random. Sandra cukup terhibur dengan ucapan konyol kedua sahabatnya itu. Gadis itu berusaha mengenyahkan pikiran negatifnya dari sang kekasih yang tengah sibuk. Dia merasa sangat malu jika teringat dengan kejadian yang memalukan di restauran tadi.
Pluk
"Hei Sandra, kamu mikirin apa? " tanya Kate menyengol lengan sahabatnya.
"Enggak ada, aku hanya kangen sama
Felix. " enaknya seraya tersenyum.
"Yakin cuma mikirin itu? " sahut Nessa yang di tanggapi celengan oleh Sandra. Nessapun hanya mengedikkan bahu dan kembali meminum s**u strawberry.
Kate menghela nafas panjang, menyandarkan tubuhnya di sofa. Diapun tak lagi bertanya pada sahabat nya itu. Lagipula untuk urusan pribadi, dia tak ingin ikut campur sama sekali.
Mereka bosan, siang itu mereka ke luar dari mansion. Sandra melajukan roda empat nya dengan kencang menuju ke mall. Kini mereka bertiga asyik berbelanja sepuas mereka di sana. Sandra sendiri berusaha melupakan kejadian memalukan itu dengan berbelanja.
"Lets go girl, kita shopping. " pekik Sandra yang di setujui Nessa dan Kate. Mereka asyik berbelanja dengan heboh, tanpa peduli tatapan pengunjung lainnya.