Felix tentu saja tidak terima dengan keputusan Sandra yang mengakhiri hubungan mereka tiba tiba. Setelah mendapatkan nomor baru Sandra, pria itu langsung mengajaknya ketemuan.
Kini keduanya berada di sebuah Cafe, Sandra tampak menunduk tak berani menatap kearah manik kelam milik mantan kekasihnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi Sandra, kenapa kamu memutuskan hubungan
kita? " tanya Felix tak mengerti.
"Maafkan aku kak, banyak alasan yang tak bisa aku jelaskan dan antara kita tak bisa seperti dulu!
"Maksud kamu? "
Sandra langsung menunjukkan cincin nikahnya pada Felix, dia hanya diam tanpa menjelaskan apapun. Felix sontak terkejut sekaligus kecewa dengan kenyataan yang dia terima.
"Aku benar benar kecewa sama kamu Sandra, hanya karena sikap mami yang kurang menyukaimu kamu berbuat nekat seperti ini. Kau mengkhianatiku dan menikah dengan pria lain, apa kamu semurah itu Sandra. " ceplos Felix.
Plak
Sandra begitu sakit hati mendengarnya, dia tak menyangka Felix bisa berkata demikian padanya.
"Terserah kamu mau berpikir seperti yang di pikirkan ibumu dan aku tak peduli. Hubungan kita telah usai, aku harap kau melupakan aku secepatnya. " tegas Sandra. Diapun langsung bangkit, pergi dari sana dengan raut kekecewaan.
Felix sendiri tak menyesali ucapannya barusan, dia menganggap selama ini Sandra mendekatinya hanya karena ingin hartanya saja. Pria itu mengumpat pelan, langsung pergi begitu saja.
Di dalam mobil Sandra langsung memeluk suaminya dengan erat, Diego mengusap punggung bergetar sang istri. Tiba tiba rasa bersalah menghantam dirinya, dia seakan menjadi orang ketiga di antara Sandra dan Felix.
"Sayang maaf, karena perjanjian bodoh itu kamu harus kehilangan cintamu!
"Enggak hubby, mungkin ini pilihan terbaik mengingat selama ini tante Erina begitu membenciku, dia menganggapku memberikan pengaruh buruk pada Felix. " jelas Sandra. Pria itu menghapus genangan air di sudut mata istrinya, dia menciumi seluruh wajah wanitanya dengan lembut.
"Terimakasih telah hadir dalam hidupku, ternyata pertemuan kita saat aku menciummu waktu itu membawa keuntungan. " ucapnya terkikik geli. Diego tergelak, pria itu mencubit pelan hidung mancung istrinya.
Cup
Diego segera melajukan roda empatnya, meninggalkan Cafe. Sepanjang perjalanan Diego berusaha menghibur istri tercintanya. Sandra sendiri tak di pungkiri sakit hati dengan ucapan Felix barusan, namun setidaknya dia mengakhiri hubungannya secara langsung.
Sekarang ini statusnya seorang istri, dia harus menjaga nama baik suaminya agar tidak tercemar akan sikapnya.
Sementara Felix terus mengumpat, pria itu sampai di rumahnya. Dia mengabaikan pertanyaan ibunya, Felix pergi begitu saja menuju ke kamarnya. Brak dia membanting pintu kamarnya dengan keras, dia begitu kecewa dengan Sandra, perempuan yang dia cintai.
"Aku enggak sangka kamu gadis seperti
itu? " gumam Felix dengan nada kecewanya.
"Apakah pengorbanan aku selama ini tidak berarti apa apa untukmu. " batin Felix kecewa.pria itu mengusap wajahnya kasar, dia mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang untuk mencari tahu siapa suami Sandra.
Dia memutuskan ke luar kamar setelah menaruh ponselnya di meja. Felix memilih bergabung bersama sang mami yang tengah bicara dengan Tasya.
"Kenapa wajah kamu ditekuk, bukankah kamu baru bertemu dengan gadis miskin itu Felix? " ujar Mami Erina dengan ketus.
"Perempuan itu ternyata mempermainkan aku Mi, dia memutuskan hubungan kami karena Sandra telah menikah dengan pria lain. " ungkap Felix dengan nada kecewanya.
"Mami sudah bilang sama kamu, dia hanya memanfaatkan kamu Felix, dia pasti mencari pria yang lebih kaya dari kamu. " ujar Mami Erina yang semakin membenci sosok Sandra.
Tasya menenangkan sosok Felix yang tengah terbawa emosi, gadis itu berusaha menarik simpatinya. Felix kini memilih percaya dengan omongan sang ibu tercinta. Rasa percayanya pada Sandra seketika lenyap, rasa cintanya kini berubah benci dan jijik akan sikap Sandra yang menurutnya menggoda pria kaya. Lagi lagi terdengar suara helaan nafas berat, dia berusaha melupakan sosok mantan kekasihnya itu.
"Lix, sebaiknya kamu ajak Tasya jalan
jalan. " ujar Mami Erina pada putranya. Felix mengangguk, pria itu bangkit dan mengajak Tasya pergi dari sana. Mami Erina tersenyum senang melihat keduanya pergi bersama sama.
Tasya POV
Akhirnya aku bisa memiliki kesempatan untuk berdekatan dengan Felix, inilah yang aku inginkan selama ini. Untuk Sandra, aku tak perlu bersusah susah menyingkirkan gadis itu dari kehidupan Felix. Felix telah membenci mantannya itu dan merasa jijik pada Sandra. Aku tak sabar ingin segera menjadi istri Felix secepatnya, namun sebelum itu aku harus mengatur rencana bersama tante Erina.
Di sisi lain Sandra dan Diego baru pulang dari kediaman orang tuanya. Mereka beristirahat di ruang tengah sekarang, Sandra menyimpan hadiah tiket bulan madu dari Daddy Brama untuk mereka.
"Lalu bagaimana dengan perusahaan kamu sayang, kalau kita berangkat honeymoon besok? " tanya Sandra lembut pada sang suami tercintanya.
"Aku sudah menyuruh Ari untuk menghandlenya selama kita bulan madu sayang!
Sandra bernafas lega sekarang, dia kembali memeluk suaminya. Saat ini dia memiliki seseorang yang bisa dia jadikan tempat bersandar dan berkeluh kesah, keputusan dirinya mengakhiri hubungannya dengan Felix memanglah tepat. Diego yang selalu berada di sisinya sudah cukup membuat nya tenang.
"Meski aku berasal dari keluarga Hugo, tetap saja bersanding dengan Diego El Mayer membuatku tertantang. Mungkin ke depannya nanti banyak rintangan yang akan menghalangi rumah tanggaku dengan Diego, tapi aku yakin bisa melalui ini semua. " batin Sandra.
Sandra meraih tangan suaminya, menggenggamnya dengan erat. Diego tersenyum tipis, melihat apa yang ingin di lakukan istrinya. "Aku berjanji padamu, aku akan menjadi wanita yang kuat, tegar dan tidak mudah di tindas oleh siapapun. "
"That Right nyonya Diego El Mayer!
Diego cukup senang dengan semangat dari istrinya, tanpa wanitanya ucapkan dia sudah tahu jika Sandra bukanlah wanita lemah. Pria itu mengeluarkan sesuatu dari celananya, sebuah kalung berlian dengan ukiran bulan dan bintang di dalamnya.
Sandra terkejut dengan hadiah yang di berikan suaminya,dia berbalik memunggungi suaminya. Diego langsung memasang kan kalung cantik itu ke leher jenjang wanitanya. Dia kembali berbalik, menyentuh kalung di lehernya saat ini.
"Hadiah spesial untuk wanita terindah dalam hidupku. " gumam Diego yang membuat pipi Sandra bersemu merah. Wanita itu memberikan kecupan di bibir tipis sang suami sebagai balasannya.
Sandra tak bisa berkata kata, dia langsung berterimakasih atas hadiah yang di berikan sang suami padanya. Wanita itu membenamkan kepalanya di d**a Diego.
"Aku janji akan menjagamu sayang! "
"Tak akan kubiarkan Felix atau siapapun itu menyakiti kamu meski hanya seujung kuku sekalipun. " tegas Diego.
Sandra merasa bahagia, dua begitu beruntung memiliki suami yang menjaga dirinya dengan baik. Wanita itu melepaskan pelukannya, langsung memberikan ciuman di bibir Diego dengan lembut.