Diana berdiri tepat di bagian pembalut. Dan pembalut yang ia cari berada di depannya, dengan posisi paling atas di rak tersebut. Diana menggeram, kenapa bisa letaknya setinggi itu. Ia susah menggunakan heels namun tetap saja tidak sampai. Diana melirik Ethan yang tengah menahan tawa sedari tadi. “Hei, kau. Ambilkan!” Dengan kuat Ethan menggeleng. “Aku tidak ingin ditertawakan ketiga kalinya hanya karena memegang benda sialan itu.” Diana menggeram. Ia melirik Ethan dengan marah lalu bernafas. Dari jauh Diana menatap seorang pramuniaga berjalan ke arahnya. “Permisi, bisa tolong ambilkan yang di sana?” “Itu terlalu tinggi, saya akan mengambil tangga.” Setelah Diana menggumamkan terima kasih, ia menunggu cukup lama hingga tidak sabaran. Sungguh, si pelayan itu sangatlah lama. Diana mena

