Ethan berdeham. “Diana, dengar—” Diana mengangkat tangannya memotong perkataan Ethan. “Yang terjadi biarkan saja, Ethan. Aku sudah dewasa begitupun dirimu. Anggap saja tadi malam tidak terjadi apa-apa. Aku yakin kau bisa melakukan hal yang aku bisa lakukan.” “Kau tidak bisa melupakannya, Diana.” Diana berhenti makan. Ia menunduk menutupi pias wajahnya. “Aku mengambilnya, Diana... Dan juga melakukan hal paling brengsek.” “Ya, kau memang brengsek.” Diana mendongak menatap Ethan, tersenyum. “Aku hanya belum melupakannya tapi suatu saat aku akan melupakan hal itu.” “Diana—” “Aku tidak apa-apa, Ethan. Percayalah! Jangan memandangiku seperti itu.” Melihat Diana yang tersenyum mau tak mau dirinya ikut tersenyum dalam suasana canggung. Mereka kembali melanjutkan acara makan yang tertunda.

