#54 “Siap! Awas ya bilang masakan mamaku nggak enak. Bisa batal kamu jadi menantu.” “Menantu?” Aku membatu. Duh, asal banget nyeplos menantu. “Nggak usah dipikirkan. Aku hanya bercanda.” Aku menepis candaanku terburu-buru. Altez mengendikan bahu dan mulai mencicip masakan Bu Siti. Aku duduk di seberangnya, mengamati betapa santainya Altez menerima alasanku bahwa yang tadi hanya bercanda, lantas bertanya-tanya apa dia memang berharap hubungan kami nggak pernah berlanjut ke mana pun. >>>>> Aku sedang merapikan pakaian yang baru diantar londri ke dalam lemari sewaktu Bu Siti masuk ke dalam kamar. Dia duduk di tepi ranjangku. “Ibu nggak habis pikir dengan Bu Herman, bisa-bisanya dia berkeras menganggap dirinya nggak bersalah setelah merusak salon Bu Lastri,” kata Bu Si

