#53 “Ada apa, Milla?” “Hah?” “Kamu mengenal orang itu?” tanya Altez dengan jempol mengacung pada Raffi yang berjalan mantap menuju kami. Raffi mengetuk kaca jendela bagian pengemudi. Aku panik. Jangan bilang dia tahu aku yang ada di dalam mobil ini. “Al,” aku memegang tangan Altez. Altez memandangku khawatir. “Kamu nggak nyaman bersama orang itu?” tanyanya. Aku ingin berkata, ya, tapi aku merasa perlu tahu apa yang ingin dilakukan Raffi sehingga aku bisa bersiap. “Nggak apa-apa,” kata Altez, lalu menurunkan kaca jendelanya. “Ada apa?” Altez bertanya pada Raffi. “Bukan apa-apa,” jawab Raffi setelah menemukan aku di samping Altez. “Saya pikir saudara saya, ternyata saya salah. Silakan.” Altez segera menaikan kaca jendela. Dia kembali melajukan mobil. Aku mendesah lega setelah mobil

