#66

1013 Kata

#66 Ketika tadi aku ingin bertemu Altez, aku nggak berpikir Altez akan mengakui tamu kecil ini anaknya menilik bagaimana sikapnya yang ogah-ogahan pada keberadaan bayi di rahimku. Sangat mengejutkan mendengar Altez mengakui anak ini sebagai anaknya. Altez sepertinya punya motif tertentu. Aku berjalan mondar-mandir di kamar, menantikan diskusi antara Pak Rudi, Altez, dan Bu Mulia berakhir. Aku harap-harap cemas menantikan hasil diskusi mereka. Bagaimanapun, keputusan mereka berpengaruh pada nasib tamu kecil dan aku. Apa aku kabur saja? Daripada disuruh menggugurkan anak ini. aku sudah terlanjur menjanjikan kesempatan lahir ke anaknya Altez. Pintu kamarku diketuk dari luar, disusul ucapan, “Mil, keluar sebentar temui Bapak.” Perutku mulas. Aku belum siap menerima keputusan Pak Rudi. Alt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN