#41 “Pacar kamu Altez, Tasyilla?” tanyaku tanpa daya. “Apa? Altez?” Tasyilla menatapku aneh. “Aku nggak pacaran sama Altez. Pacarku Erick. Ini Erick. Erick, dia Milla yang waktu itu aku cerita kenal di gym.” Tasyilla berdiri dan menarik lengan seorang pria yang nggak aku sadari berdiri di belakang Altez. “Erick?” aku memandang Tasyilla, Erick, dan Altez bolak-balik. Erick tampak seperti pria di atas empat puluh tahun dengan rambut yang mulai menipis di bagian depan. Tentu Erick kalah telak dari Altez. “Iya,” jawab Tasyilla. “Kamu mengenal Altez?” Tasyilla memandang Altez dan aku bergantian. “Kami pacaran.” Altez yang menjawab. Dia duduk di kursi seberangku. “Apa? Kalian berpacaran? Kamu yakin, Milla? tapi tadi...” Tasyilla memicingkan mata padaku. “Kamu menduga aku pacaran dengan Al

