#38 Aura benar-benar melaksanakan saranku. Dia menumpuk berbagai makanan di piringnya hingga menjadi gunung. Aku tersenyum bangga. Aura nih, temen gue, kataku dalam hati. Aku sendiri mencomot somay dan mi goreng seafood membentuk gunung. Aura mendekatiku. Dia harus memegang piring menggunakan dua tangan kalau nggak mau isi piringnya tumpah. “Lo sudah ambil makan?” tanya Aura. “I’ve done,” jawabku ceria. “Gue juga sudah ambil sedikit.” Ketika Aura menyebut kata sedikit, percaya deh, sedikit baginya ialah porsi tiga orang. Aku memutar bola mata saking enggannya mengomentari ucapannya barusan. Anggap saja angin yang berbisik. “Ayo duduk.” Aku memimpin jalan menuju meja yang sudah ditempati Altez dan Derek. Masing-masing dari mereka sudah duduk di hadapan makanan. Jangan tanyakan porsiny

