#46 “Cemil!” Aura mengulum bibirnya menemukan aku dan Altez sedang berduaan di dalam kamar. Altez terbangun. “Hai, Mil,” sapa Altez masih setengah mengantuk. “Hai, Pak Altez.” Aura tersenyum luar biasa lebar yang membuatku geli sendiri. Aku bangkit dari ranjang dan menghampiri Aura. “Ada apa?” bisikku. “Bos gue bobo di sini? Gue bobo dimana?” bisik Aura. “Ya, di sini. Altez hanya menemani gue istirahat.” Aura menelitiku, lalu melirik Altez dan tersenyum licik. “Pak Altez sudah dari tadi di sini?” tanya Aura, kali ini ke Altez. Altez bangun dari ranjang dan tersenyum. “Tadi Milla kurang enak badan, jadi saya datang memeriksa kondisinya. Pasiennya sudah membaik, saya ambil kesempatan untuk tidur. Kamu bisa istirahat Aura. Saya kembali ke kamar saya.” “Kamu nanti ke sini lagi?” tan

