#45 “Kesannya hubungan kalian makin adiktif. Jangan bilang lo dan dia sudah...” “Gue nggak mau dengar tebakan lo,” potongku. “Oke.” “Awas saja lo main nggak aman sama dia,” lanjut Kirman yang membuatku membeku. Setelah memikirkannya ulang, aku dan Altez tentu bermain aman. Aku rutin meminum pil KB walau Altez melakukannya tanpa perlindungan. “Tenang saja,” kataku pada Kirman yang ada di sambungan telepon. “Gue sudah besar dan tahu caranya menjaga diri. Altez juga sudah berpengalaman.” “Syukurlah. Gue merasa salah banget membiarkan lo bermain-main seperti ini, tapi gue sangat ingin lo punya kegiatan lain untuk melupakan mantan berengsek lo,” sahut Kirman. “Gue tahu lo dan Aura mengharapkan yang terbaik untuk gue. Jujur, gue merasa beruntung loh.” Aku terkikik geli atas ucapanku sen

