#51 Aura masuk ke dalam kamar bersama satu kalung dari kerang, katanya oleh-oleh yang dia beli pakai uang sendiri. wow, manis sekali anak ini. “Gimana Lombok setelah gue dan Altez pergi?” tanyaku sembari mencoba memadukan kalung itu dengan koleksi pakaianku. “Tetap seru, walau gue deg-degan melulu setiap Derek mulai lirik gue. Rasa-rasanya gue punya banyak salah saja. Gue ketakutan dan was was bakal diomeli.” Aura merebahkan diri di atas kasurku. “Jujur ya, Tasyilla kayaknya biasa saja tahu lo dan Altez balik. Dia tetap sibuk nempel ke Erick. Demi apa, gue lihat mereka make out dong di pantai. Sekali itu, gue merasa bersyukur ada Derek. Dia narik gue ke penjual minuman. Habis itu dia jadikan gue bulan-bulanan. Gila, dia sebut gue nerd. Terus dia nanya, kenapa gue berteman sama lo, tapi

