#50

1080 Kata

#50 Kirman memicingkan mata. Aku berpura-pura nggak sadar pada sikapnya, bersikap masa bodoh dan terus saja memeriksa kondisi apartemen. Tadi pagi aku pulang dan langsung meminta Kirman menemaniku mencari apartemen. Dia kaget karena aku pulang tanpa Aura. Aku berdalih, Aura masih bekerja dan aku memutuskan pulang karena nggak ada yang bisa aku kerjakan di sana. Aku tentu nggak bisa memberikan alasan terlalu cemburu pada Tasyilla dan nggak bisa melihat betapa Altez masih memujanya. Aku enggan bertaruh pendapat macam apa yang Kirman utarakan nantinya. “Lo tampak pucat,” kata Kirman saat kami menyusuri ruangan ketiga yang menurut agen properti bisa difungsikan sebagai kamar tidur, maupun ruang kerja. Aku menginginkan perpustakaan sekaligus ruang kerja, membayangkan Altez bekerja di meja d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN