#49

1008 Kata

#49 “Nggak mungkin, nggak mungkin, nggak mungkin, nggak mungkin, ini jelas nggak mungkin.” Aku terus merapal kata-kata itu seolah akan ada hal lain yang terjadi dalam hidupku. “Mil, berhenti mondar-mandir nggak jelas. Semua pakaian lo sudah gue kemas. Ada lagi yang mau lo bawa?” aura duduk dekat koperku yang sudah rapi diisi barang-barang pribadiku. “Sebentar! Gue masih perlu berpikir. Aura, lo yakin bulan lalu gue nggak nitip pembalut?” aku menatap Aura serius. “Iya! Lo nggak nitip pembalut ke gue. Kan kita biasa mens berdekatan gitu, beda tiga atau empat hari dan lo suka minta gue beli pembalut buat lo stock.” Aura menggaruk kepalanya. Dia pasti bosan mendapat pertanyaan yang sama berulang kali, tapi aku perlu memastikan. Aku harus mendapatkan kepastian bahwa nggak ada yang salah. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN