#30 Altez menurunkanku perlahan di atas ranjangnya yang besar dan putih. Bibirnya segera menerjangku, mengembalikan sensasi yang sempat kami tunda. Aku membalasnya penuh gairah. Tangannya bergerak lincah melepas kancing celanaku dan menyusupkan tangannya ke baliknya. Aku melenguh saat tangan Altez menyentuh intiku. Dia nggak melepaskanku dan mulai menyusuri leherku, memberikan kecupan yang membangkitkan seluruh keliaran dalam diriku. “Oh, Al.” Aku mencengkeram seprai, mengalirkan semua getaran yang melanda. Altez nggak mengindahkanku. Dia menarik blusku dan membuangnya asal. Aku merasakan tatapannya memanas dan menyerang saat matanya menyusuri lekuk badanku. “Kamu sempurna, Mila,” kata Altez dalam suara yang serak. Sial, mengapa suaranya begitu seksi? “Al, aku...” kata-kataku tertela

