#64

1099 Kata

#64 Sudah sepantasnya aku bersorak girang setelah membuat Tasyilla pucat pasi. Dari situ saja aku sadar Tasyilla nggak sepolos bayanganku. Dia tahu mengenai perasaan spesial Altez kepadanya dan merasa terguncang mengetahui ada penghalang di antara mereka, yaitu bayi Altez yang menumpang di rahimku. Hei, tamu kecil, kamu berguna banget. Tasyilla langsung pamit dan batal mengatakan apapun yang intinya demi mencapai keuntungan pribadinya. Kalau ada yang harus kehilangan di sini, tentu akan adil kalau bukan hanya aku yang terbuang, Altez pun harus merasakan yang sama. Enak di dia kalau setelah putus denganku, dia bisa melenggang bahagia bersama Tasyilla. Lantas aku melenggang denga perut melendung akibat satu s****a nakalnya memaksa sel telurku kawin. “Kamu sengaja, kan?” Altez bersuara set

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN