Satu minggu setelah hari ulang tahun Resha berlangsung, mereka berencana untuk melakukan liburan ke Bali. Kebetulan saat itu adalah hari libur semester gasal yang bertepatan dengan natal dan tahun baru.
Mereka sengaja melakukan liburan ke kota Bali 3 hari sebelum malam perayaan tahun baru karena mereka ingin merayakan malam tahun baru di sana.
Sudah sejak lama mereka ingin menghabiskan malam tahun baru di kota Bali, namun baru hari itu mereka bisa merayakannya di Bali, karena kesibukan orang tua Naya dan Resha yang sangat padat.
“Naya, Resha, kalian sudah siap belum, Nak, sebentar lagi kita berangkat ke bandara, ya,” teriak ibunya kepada Naya dan Resha.
“Iya, Mah, udah siap kok, tinggal bawa kopernya ke mobil, sama aku mau ke toilet sebentar, Mah, ” sahut Naya dari dalam kamarnya.
“Oke, Resha, gimana, udah selesai belum?” tanya Rosalinda.
“Iya, Mah, aku lagi make up, bentar lagi selesai kok,” sahut Resha.
“Mamah tunggu di depan, ya, jangan kelamaan, nanti ketinggalan pesawat,” ucap Rosalinda kepada Naya dan Resha.
Setelah semuanya selesai Naya dan Resha bergegas untuk menuju ke mobil sambil membawa kopernya masing-masing.
“Gimana, udah siap semua?” tanya Adrian saat Naya, Resha, dan Rosalinda sudah berada di dalam mobil.
“Sudah,Pah,” jawab Naya.
“Oke, sekarang kita berangkat, ya.”
Mereka berempat berangkat menuju bandara Soekarno Hatta, dengan diantar satu orang supir ayahnya.
Sesampainya di bandara mereka langsung menuju tempat chek-in, kemudian mengecek gate keberangkatan pesawat.
Perjalanan dari Jakarta menuju Bali melalui jalur udara ditempuh kurang lebih sekitar 2 jam dengan penerbangan nonstop.
Sesampainya di Bali mereka langsung menuju ke villa yang sudah mereka pesan melalui aplikasi pemesanan online.
Sesampainya di villa, mereka langsung beristirahat dan menikmati pemandangan sekitar villa yang mereka pesan.
Pemandangan yang tersaji dari balkon kamar Naya dan Resha pada saat sore hari sangat bagus dan memukau, kamar yang menghadap ke laut itu menyajikan pemandangan laut yang biru, pasir putih yang bersih, para wisatawan yang asik menikmati pemandangan pantai, hamparan bukit yang hijau di seberang pantai, dan indahnya cahaya sunset yang seolah-olah akan bersembunyi di balik luasnya lautan ikut menambah kemesraan dan keindahan suasana sore di pulau Bali.
“Resha, sini deh, liat pemandangannya bagus banget,” teriak Naya dari balkon kamarnya dengan wajah yang ceria.
“Bentar, Kak,” sahut Resha dari dalam kamarnya.
Saat Resha keluar ke balkon kamarnya, Resha sangat terpukau melihat keindahan yang tersaji di hadapannya.
“Wah, bagus banget pemandangannya, anginnya sejuk banget lagi,” ucap Resha dengan perasaan kagum.
“Kita turun ke pantai yuk, menikmati sunset di pantai pasti seru deh,” ajak Naya kepada Resha.
“Ayo, Kak, ih udah nggak sabar pengin main air nih, haha,” sahut Resha dengan semangat.
Mereka berdua menghampiri Rosalinda dan Adrian, kemudian mengajak mereka untuk menikmati sore hari di pantai.
“Yeayyyy, akhirnya bisa liburan juga,” ucap Naya sambil merentangkan tangannya, menyambut angin pantai sore hari yang terasa sangat segar.
“Gila, Bali emang bener-bener bagus banget sih, ” ucap Resha kepada Naya.
“Nggak ada bosennya sih kalau di Bali, semua tempatnya keren-keren,” sahut Naya.
“Ayo foto, Kak, lagi bagus nih spotnya, sini biar aku fotoin,” pinta Resha sambil menyiapkan kameranya.
“Mamah, Papah, ayo kita foto bareng dong,” teriak Naya memanggil, Rosalinda dan Adrian.
Mereka pun melewati sore itu dengan menikmati pemandangan pantai dan berfoto-foto. Pemandangan indah dan kebersamaan sore itu rasanya sayang sekali jika terlewatkan tanpa adanya dokumentasi yang menunjukkan kehangatan dan keharmonisan keluarga Adrian itu.
Saat matahari sudah bernar-benar bersembunyi di balik lautan luas, semua wisatawan termasuk Naya, Resha dan kedua orang tuanya bergegas untuk kembali ke villa.
Mereka mandi, berganti pakaian, beristirahat sebentar dan kemudian keluar untuk makan malam dan menikmati suasana malam di pulau seribu pura itu.
Di kancah dunia, Bali dikenal sebagai pulau seribu pura karena mayoritas masyarakat Bali menganut agama Hindu, dan pura adalah tempat ibadah orang hindu untuk berdoa dan menyembah Tuhannya. Oleh karena itu, saat kita mengunjungi kota Bali, banyak sekali dijumpai pura di berbagai tempat.
Saat hari sudah menjelang larut malam, Naya, Resha dan kedua orang tuanya, kembali ke villa untuk beristirahat. Hari itu mereka memang belum banyak mengunjungi dan menikmati wisata-wisata terkenal yang ada di Bali, karena rasa capek masih terasa di tubuh mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat di villa.
Alarm di ponsel Naya berbunyi tepat jam menunjukkan pukul 05.00 WITA. Naya terbangun, kemudian pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mengambil air wudhu untuk selanjutnya melakukan salat subuh. Setelah salat, Naya sengaja tidak tidur lagi karena dia ingin menikmati suasana pagi di kota Bali dan melihat pemandangan pagi hari yang sangat mempesona.
Naya keluar menuju ke balkon sambil meregangkan tubuhnya, dan kemudian duduk di kursi untuk menikmati suasana pantai di pagi hari.
Mata Naya tidak bisa lepas dari suasana laut yang sangat menenangkan, laut adalah tempat favoritnya untuk meluapkan segala beban dan keluh kesah yang ada dalam dirinya.
Saat jam menunjukkan pukul 05.45 WITA Naya masuk ke kamar dan membangunkan Resha. Naya sengaja tidak membangunkan Resha saat waktu subuh, karena saat itu Resha sedang tidak salat.
“Resha, bangun ih udah siang juga, molor mulu sih,” ucap Naya sambil menggerakkan tubuh Resha.
“Apa sih, masih ngantuk juga,” sahut Resha dengan nada kesal.
“Heh, kita ini lagi liburan, tidur mulu sih,” teriak Naya.
Naya pun memilih untuk membiarkan Resha dan pergi keluar. Di luar ternyata ayahnya sedang duduk santai sambil menikmati pemandangan di depannya.
“Pagi,Pah,” sapa Naya kepada ayahnya.
“Hey, pagi, Sayang,” sahut ayahnya.
“Resha, mana? Kok sendirian,?” tanya Adrian.
“Masih tidur, Pah, susah banget dibangunin dia,” jawab Naya dengan suara yang agak kesal.
“Ya udah biarin, mungkin dia capek.”
Mereka berdua mengobrol dengan santai sambil menikmati suasana pagi hari di kota Bali.
Saat matahari sudah mulai naik dan sinar matahari sudah mulai menerangi bumi, Naya dan Resha bergantian untuk mandi dan kemudian bersiap-siap untuk sarapan.
Hari itu mereka akan pergi untuk mengelilingi kota Bali dengan keramaian dan keindahan yang selalu tersaji di setiap tempatnya.
Selama mereka di Bali, pantai selalu menjadi destinasi utama untuk dikunjungi, namun pusat perbelanjaan juga tidak pernah mereka lupakan untuk berbelanja barang-barang khas pulau Bali.
Hingga saat malam pergantian tahun, mereka berempat pergi ke salah satu restoran yang terletak persis di tepi pantai. Malam itu restoran sangat ramai, banyak sekali masyrakat dari luar kota yang sengaja pergi ke Bali untuk merayakan malam pergantian tahun, dan menikmati liburan.
Mereka menikmati makan malam sambil melihat atraksi api yang dilakukan oleh beberapa penari professional.
“Eh, itu kok mereka bisa nggak kepanasan, ya, padahal kan apinya kena kulit,” ucap Resha penasaran.
“Mereka kan udah terlatih, Sha,” sahut Adrian.
“Tapi, kalau ada kesalahan gimana, terus kalau tiba-tiba apinya bakar tubuh mereka gimana?” ucap Resha dengan cerewet.
“Udah deh, tinggal liat aja cerewet amat si kamu,” ucap Naya kesal.
“Ye, kan aku juga penasaran,kak.”
Saat mereka sedang asik makan, tiba-tiba pembawa acara di restoran tersebut mengatakan bahwa sebentar lagi malam pergantian tahun.
Sepuluh orang penari keluar dari balik panggung dengan membawa petasan.
“Oke, mari kita hitung mundur sama-sama,” teriak pembawa acara tersebut dengan penuh semangat.
“Lima, empat, tiga, dua, satu, Happy New Year 2017,” teriak pembawa acara dan semua orang yang berada di restoran itu.
Dan tepat saat jam menunjukkan pukul 00.00 petasan itu meletus di langit-langit kota bali secara bersamaan.
Euphoria malam pergantian tahun di kota Bali sangat terasa, semua orang berbaur untuk merayakan malam pergantian tahun itu, suara ledakan petasan yang silih berganti semakin meramaikan malam pergantian tahun itu.
“Whoo, happy new year, “ teriak Resha yang suaranya ikut meramaikan teriakan para wisatawan dan pengunjung restoran.
Sebersit doa dan harapan untuk tahun baru yang lebih baik juga tidak lupa terucapkan di hati Naya dan keluarganya. Sungguh, malam pergantian tahun itu adalah malam yang sangat menyenangkan bagi Naya, Resha, Rosalinda, dan Adrian. Suasana malam pergantian tahun yang sebelumnya belum pernah dia rayakan dengan semeriah itu sebelumnya.