Ayu, jangan lupa malam ini Mas akan jemput kamu. Pesan itu dikirim beberapa menit yang lalu oleh Sam, mungkin ketika ia tengah mencuci pakaian. Ayu kembali teringat bahwa kemarin Samuel mengajaknya untuk malam bersama dan ia lupa memberi tahukan tentang ini pada Arkan semalam. Ayu lalu kembali menyimpan ponselnya di atas nakas, menatap ke arah tempat tidur yang masih berisikan seorang pria yang tengah tertidur pulas disana. “Mas, Mas Arkan.... bangun!” “Ughhh... lima menit lagi, Yu.” Arkan menyembunyikan wajahnya di dalam bantal. “Enggak ada lima menit lagi, nanti Mas Arkan kesiangan. Ayu mau jemur pakain dulu,” ujar Ayu menarik selimut dan bantal pria itu dan memindahkannya ke ujung. “Iya, iya...” Arkan mengucek-ucek bagian kelopak matanya. Pria itu lalu perlahan bangun dari tempat t

