“Bun, belum tidur?” William yang awalnya sudah merasa mengantuk dan bersiap untuk memejamkan mata, mengurungkan niatnya ketika melihat sang isteri yang kelopak matanya masih terbuka. Wajahnya terlihat resah dan memikirkan sesuatu. “Bunda masih mikirin Ar, Yah,” ungkap Amalia pada suaminya. Wanita paruh baya itu terus memikirkannya sejak meninggalkan apartemen milik Arkan yang sekarang tinggal bersama dengan Ayu. “Bunda takut kalo mereka berdua ternyata benar-benar punya hubungan.” Amalia tidak ingin berlaga munafik, ia seorang ibu. Ia pasti menginginkan yang terbaik untuk putra satu-satunya yang ia miliki. Tentu juga dengan sosok pendamping bagi Arkan. Ia tahu bahwa Ayu adalah sosok yang baik namun mengingat status perempuan itu sekarang yang adalah seorang janda, apalagi ditambah deng

