“Apa? Coba ulang lagi?” “Ayu yang mau jadi Asisten Rumah Tangga lo, Ar.” Arkan mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya, wajah terlihat jelas tak percaya lalu perlahan pria itu tertawa walau nampak dipaksa. “Lo bisa ngelucu juga, Sam.” “Gue enggak ngeculu, Ar. Ayu benar-benar mau kerja jadi Asisten Rumah Tangga lo,” ulang Sam yang kali ini merubah wajah Arkan berubah menjadi lebih serius. Arkan memandang ke arah Sam dan Ayu bergantian, keduanya sama sekali tidak terlihat sedang bercanda. Ia menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya perlahan. “Kita masuk dulu aja,” ajaknya mempersilahkan dua orang itu masuk ke dalam apartmentnya. Apartment milik Arkan termasuk besar dan mewah, apalagi tempatnya yang berada di tengah kota. Ada dua kamar tidur, satu dapur yang cukup luas, ruang menonto

