Part 43

1970 Kata

“Selamat pagi, Pak Arkan!” sapa Irish seperti biasanya ketika sang bos masuk ke dalam ruangan. “Udah enggak telat lagi, nih, Pak?” “Saya udah dapat ART,” jawab Arkan meletakan tas kantor dan satu tas lain ke atas meja saat mendudukan tubuhnya di atas kursi. “Cepat banget dapatnya, Pak. Tapi, bagus sih sekarang Pak Arkan udah ada yang bantu,” ujar Irish meletakan teh di atas meja Arkan lalu kembali ke mejanya yang ada di depan. Sebelum memulai aktivitas kantor, biasanya Arkan selalu memberikan waktu 5 sampai 10 menit untuk menyesap teh sambil memikirkan apa yang harus Arkan kerjakan lebih dulu. Baru setengah teguk cairan teh masuk ke tenggorokannya, Arkan langsung mengerutkan dahi karena rasa teh yang ia minum saat ini begitu berbeda dengan yang dibuat oleh Ayu pagi tadi. Padahal Arkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN