Hari ini cuaca nampak mendung seolah ikut bersedih, bersama Pras dan Ayu. Keduanya baru saja mengantarkan Siti ke tempat peristirahatan terakhirnya diiringi dengan tangis yang masih belum kuasa untuk rela. “Ibu udah enggak ada, Mbak,” lirih Pras masih berada di samping kuburan Siti yang masih basah. “Pras harus belajar ikhlasin kepergian Ibu, biar ibu tenang disana,” tutur Ayu yang berada di samping adiknya. Hanya terisa Yusuf yang berada disana, para tetangga yang mengantarkan Siti sudah lebih dulu pulang sedangan Marlen berada di rumah duka untuk menyiapkan semuanya. “Pras nanti sama siapa, Mbak?” tanya Pras yang mengungkapkan ketakutannya jika Siti tak ada lagi. “Mbak Ayu enggak akan biarin Pras sendidi, kita tinggal sama-sama lagi nanti.” Ayu belum mengatakan apapun pada adiknya

