Part 23

2196 Kata

“Pras, bangunnnnn! Udah jam berapa ini? Enggak malu sama keponakan kamu yang udah ikut bangun sama Mbak?” Ayu kembali mengetuk pintu kamar adiknya, kali ini agak lebih bersemangat karena biasanya Pras akan keluar dengan wajah bantal plus bibir mengerucut sebal. Itu seperti sudah menjadi hiburan untuknya. “Iya, iyaaa, Mbak!” teriak Pras dari dalam kamar tak lama pintu terbuka, menampilkan Pras yang masih memejamkan matanya dan bibir mencebik kesal. “Buruan bangun, keponakan kamu aja udah nemenin Mbak masak sarapan. Masa Omnya sendiri masih molor?” tanya Ayu terkikik geli, wanita itu mengelus perutnya yang kini sudah tak datar lagi. “Jangan tiru Om ya, Nak, hihi.” “Mbak Ayu jangan buruk-burukin Pras dong sama bayi, nanti pas lahir enggak mau dekat-dekat sama Pras,” ujar remaja lima belas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN