Krit... krittt! Bunyi dari renjang yang bergerak terdengar jelas di dalam kamar yang sudah gelap gulita itu. Beberapa orang mungkin sudah terlelap ketika jam sudah menujukan pukul dua belas malam. Namun tidak dengan seorang perempuan yang terus bergerak gelisah di atas kasur. Ayu sudah berusaha berulang kali memejamkan matanya namun lagi-lagi gagal, ia sudah mencoba mengganti berbagai posisi tapi kanjung tetap tak kunjung datang. “Hah...” helaan nafas terdengar dari bibir Ayu yang kini tidur dengan posisi menghadap ke arah Arkan yang terlelap dengan nyanyak dengan posisi yang mengarah padanya. Ayu menggigit bibir bawahhya ketika merasakan hal itu lagi. Sesuatu yang membuatnya tidak bisa tertidur. Ia sebenarnya tak mau melakukan ini namun hanya Arkan yang bisa menolongnya. “Mas...” pa

