Arkan sampai di rumahnya tepat pukul 10 malam. Pria itu sendiri juga tak tahu kemana saja sehingga ia bisa selarut ini sampai di rumah orang tuanya, ia hanya mengikut jalanan dan memutar tanpa tahu tujuannya. Hingga akhirnya ketika menyadari bahwa jalanan sudah semakin sepi, Arkan memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Sebab ia merasa tak akan bisa menahan sesak jika kembali ke apartemen, terlalu banyak kenangannya dengan Ayu tercipta disana. “Lho kenapa enggak bilang kalo mau kesini, Ar?” tanya Amalia kaget saat membukakan pintu untuk anak bungsunya. Arkan tak menjawab pertanyaan sang Ibu, ia hanya menatap ke arah Amalia yang telah mengenakan piama—siap tidur duduk di kursi roda. Padahal bisa saja Bundanya menyuruh sang Ayah untuk membuka pintu. “Ayah sama yang lain udah pada tidur, Ar

