Beberapa jam sebelumnya.... “Saya rasa kamu tidak sebodoh itu untuk mengerti dengan apa yang saya katakan.” Seorang wanita paruh baya yang duduk di kursi roda menatap ke arah Ayu yang terlihat menundukan pandangannya. “Apa kamu masih tidak paham dengan apa yang saya katakan? Kamu harus meninggalkan Arkan. Karena kalian tidak setara!” Ayu bergeming, bibirnya terasa kelu untuk membalas perkataan Amalia yang membuatnya seketika mati rasa. Rasa terkejutnya dengan kehadiran Ibunda Arkan yang tiba-tiba saja masih tersisa dan apa sekarang? Ia diminta untuk meninggalkan Arkan. Apakah Ayu sanggup? Saat seperti ini, Ayu merasa ia memang tidak pantas untuk bahagia. Padahal sedikit lagi, mereka akan meraih sebuah ikatan yang sah. Namun, ternyata restu menghalangi niat mereka. “Kamu akan merasakan

