Pandangan mereka bertemu. Kedua alis mereka terangkat. Mulut mereka terbuka tanpa bersuara. Seketika tahu apa yang harus dilakukan. Jira merobek pakaiannya dan Kay mengambil kayu yang sudah hangus. Mereka membentuk sedemikian rupa sampai menyerupai kertas dan alat tulis. "Tidak ada kertas, ada kain! Tidak ada tinta dan kuas, ada kayu yang terbakar. Ini lumayan!" ujar Jira memegang kayu kecil yang menjadi arang. Kay tersenyum miring. "Sulit menulis dengan cara seperti itu. Bagaimana kau akan melakukannya?" ejek Kay. "Heh, ini aku! Lihatlah kelihaian tanganku!" tentang Jira mebuat Kay semakin mengejeknya. Jira menulis dengan sangat kecil dan hati-hati. Kay tercengang. "Mereka mana bisa membaca tulisan sekecil itu? Kau yang benar saja!" Kay menunjuk surat Jira. "Diamlah!" seru J

