Sejak satu menit yang lalu Jira terus mendesah bingung. Saat Kay memanggilnya Jira tidak dengar. Dipukul lengannya Jira tak peduli. Kay terabaikan memilih pindah posisi duduk di depan Jira sehingga Jira mengerjap. "Apa?" tanya Jira sambil menaikkan dagunya. "Kau yang apa?! Ck, sungai itu lebih menarik bagimu daripada aku? Kita baru bertemu setelah satu bulan dan kau mengacuhkanku?" tanya Kay sambil menunjuk sungai, tetapi tetap memandang Jira. Jira berdecak. "Kau aneh sekali jadi laki-laki! Minggir, merusak pemandangan!" seru Jira mendorong lengan Kay untuk menepi. Kay hampir terjungkal. Dia mencekal tangan Jira. "Eh, tidak bisa! Memangnya apa yang kau pikirkan?" tanya Kay lagi. Jira menarik tangannya kasar. "Kay, katakan padaku dengan jujur siapa kau?! Kenapa tidak bilang k

